Seminar Internasional “Land Use in Tourism Development: National and International Perspectives”

Prodi Ilmu Hukum (S1) Fakultas Hukum bekerjasama dengan Magister Ilmu Hukum (S2) Universitas Warmadewa menggelar Seminar  Internasional “Land Use in Tourism Development: National and International Perspectives”, Sabtu (21/5/22).

Seminar Internasional yang mengundang 6 orang narasumber ini digelar secara hybrid yang dipusatkan di Ruang Jaya Singha Mandapa Unwar. Keenam narasumber tersebut, yaitu Dr. Siti Sarah Sulaiman (Universiti Teknologi MARA, Malaysia), Roel R. Ravanera, MA.,M.S.Ag. (Xavier University, Philippines), Rafael Edy Bosco, SH.,MIL. (Universitas Gadjah Mada, Indonesia), Channing Chen, LL.M. (Sichuan University, China), Amos Mokoros, LL.M. (Magistrate of Kilgoris District Court, Kenya), dan I Putu Arwan Puspa Resmawan, SH.,M.Kn.,(Universitas Warmadewa) serta dimoderatori oleh Ratna Ayu Widiaswari, SH.,MH. Selain itu, Seminar yang dibuka langsung oleh Rektor Unwar, Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK., juga menghadirkan Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH., sebagai Keynote Speaker.

Dekan FH Unwar, Prof. Dr. I Nyoman Putu Budiartha, SH.,MH., mengatakan bahwa masalah hukum pertanahan yang berkaitan dengan pembangunan pariwisata sangat penting untuk dibahas, baik dari segi pandang nasional maupun internasional dan secara teoritis maupun praktisi. Pentingnya tanah dalam kehidupan manusia sudah seharusnya dikelola dengan baik untuk memastikan keberlanjutannya untuk mendukung kehidupan masyarakat. Namun, terkadang perlu berkompromi ketika membahas upaya pelestarian tanah dan peningkatan ekonomi.

Indonesia khususnya Bali terkenal dengan pariwisatanya. Hal ini telah menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi masyarakat. Pengembangan pariwisata diperlukan untuk menjamin peningkatan perekonomian bangsa. Di sisi lain, perubahan penggunaan lahan juga mempengaruhi cara hidup sebagian masyarakat, seperti petani. Dengan demikian, dibutuhkan kolaborasi antara pembuat kebijakan, pengusaha, pelaku bisnis, pemodal, dan masyarakat sipil untuk mengatasi masalah ini untuk menemukan pendekatan yang paling sesuai.

Lebih lanjut, Prof. Budiartha mengatakan bahwa pariwisata bukan hanya tentang bisnis , pariwisata adalah multi-stakeholder. Ini tentang budaya, interaksi sosial, kearifan lokal, lingkungan, dan orang-orangnya sehingga diperlukan perspektif yang berbeda untuk merumuskan kebijakan yang dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat secara maksimal. “Kami sangat berharap berbagai pandangan dan best practice dari negara lain dapat membantu kami dalam membuat kebijakan dan regulasi terkait. Melalui seminar ini, kami berharap dapat menemukan ide-ide baru untuk mempertahankan upaya kami dalam mendukung pariwisata dan melestarikan tanah serta kehidupan masyarakat”, tandasny. Tak hanya itu pihaknya juga berharap dengan seminar ini dapat melahirkan jurnal internasional bereputasi sehingga apa yang menjadi visi Universitas Warmadewa, yaitu bermutu, berwawasan ekowisata, dan berdaya saing global tahun 2034 bisa tercapai,” ujar Prof. Budiartha. ungkapnya.

Rektor Unwar, Prof. Widjana mengatakan bahwa permasalahan tanah sangat kompleks, apalagi ditambah dengan adanya ekplorasi kegiatan pariwisata yang semakin menambah kompleksitas permasalahan tanah. Melalui seminar internasional yang diberikan oleh para pakar internasional dan ahli dibidang pertahanan ini mampu memberikan wawasan dan meningkatkan wawasan tentang pemanfaatan tanah kepada para peserta, terutama kepada seluruh civitas akademika FH Unwar. “Output yang kita harapkan dari seminar internasional ini adalah ada prosiding terindeks scopus, sehingga visi kita yaitu go global di tahun 2034 bisa terwujud,” pungkasnya.

Please follow and like us: